Bersatu
Dahulu kita diperdaya oleh bangsa yang kita tak kenali asal dan ucapannya
Hingga tak sadar kita terpuruk selama tiga setenggah abad lamanya
Dalam kebebasan, kita terpenjara ditanah kuburan kita sendiri
Ratusan Bayi lahir dari Rahim ibu pertiwi, menelan segala keadaan tanpa gerakan
Hingga bayi sendiri itupun mati, bosan menunggu kebebasan menjemput ajalnya
Lalu setitik cahaya hadir menembus pekatnya awan hitam
Perlahan menerangi seluruh penjuru negeri
Membangunankan anak-anak pertiwi yang telah lama terkubur dalam tidur
Satu anak dengan satu gagasan kebangsaan, memicu bara dihati
membakar jiwa-jiwa yang penuh kebebasan
lalu muncul benih baru, anak emas pewujud mimpi
anak-anak yang terbuka dalam segala pandangan
anak-anak yang menerima segala perbedaan
anak-anak yang hatinya hanya mendamba persatuan
sebab mereka yakin
bahwa merdeka tidak mampu diwujudkan oleh satu tangan terkepal
Komentar
Posting Komentar