Peninggalan
Azan subuh berkumandang. Sekali lagi hari yang
menyesakan, hanya dengan bayang-bayangmu. Sebab engkaulah aku rajin untuk
bangun lebih pagi, mengingatkan bahwa sesungguhnya aku masih memiliki tuhan
yang setiap waktu harus aku puja. Katamu tuhan selalu memberika apa yang engkau
butuhkan, miskipun tidak bisa disimbolkan dan diwujudkan secara langsung,
engkau butuh terus menghibah layaknya anak kecil, itulah cara termudah agar
doamu di dengar olehnya. Dan aku hanya membalas iya paham, namun entah hanya
kalimat saja yang muncul.
Selepas kepergianmu, aku suka mengunjunggi tempat
biasa yang kita datanggi. Rel kereta, perkampungan desa, hingga tak jarang kau
suka mengajakku ke panti asuhan. Awalnya aku bingung, disaat pasangan yang lain
menggujungi tempat romantis dan penuh kemewahan, engaku malah mengajakku ke
planet yang berbeda, planet imajinasimu sendiri.
Engaku pernah bercerita, bahwa cita-citamu adalah
guru, atau lebih tepatnya guru bagi anak-anak yang memang membutuhkan, volunteer
untuk bencana alam, bahkan menjadi musisi untuk anak-anak jalanan, meskipun
belum dapat terwujud seutuhnya
Disaat aku tenggah memotret anak-anak desa yang
sedang bermain, disitu aku melihat ada seorang anak yang hanya berdiri
termenung mengamati teman-temannya bermain. Saat itu entah mengapa kaki
mendorongku mendekatinya
‘adek,
kenapa hanya diam, ayo ikut main dengan teman-temannya nanti kakak foto’ sapaku
‘tidak
kak, aku takut, kemarin aku menghilangkan mainan adri, aku takut teman-teman
yang lainnya pun ikut memusuhi dan tidak mau bermain denganku lagi’
Spontan aku mengandeng tangan adik kecil mendekati
teman-temannya yang lain, saat itu aku mengajarkan pada adik kecil tadi, bahwa
segala hal ada tanggung jawabnya, termasuk meminta maaf, disatu sisi aku
menjelaskan tentang ikhlas dan sifat memaafkan bagi adri dan anak-anak yang
lain. Mereka akhirnya berdamai, kembali bermain seolah perasaan tadi tidak
pernah terjadi
bukankah perasaan ini yang ingin
coba kamu tanamkan padaku?, tanyaku dalam hati
aku kembali menatap langit, karena aku tau disana
aku dapat menemukanmu
Komentar
Posting Komentar